Business is booming.

PM Trudeau Kecam Penikaman Pastor Kanada di Depan Jemaat

0

INDONESIAHERALD.COM

loading...




Ottawa
Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, mengecam penikaman seorang pastor di Montreal sebagai ‘serangan mengerikan’. Para pejabat tinggi Kanada lainnya turut menyampaikan kecaman terhadap insiden mengerikan ini.

“Sungguh serangan mengerikan di Saint Joseph’s Oratory di Montreal, pagi ini,” tulis PM Trudeau dalam pernyataannya via Twitter seperti dilansir AFP dan media lokal Kanada, CBC, Sabtu (23/3/2019).

“Bapa Claude Grou, warga Kanada memikirkan Anda dan mengharapkan kesembuhan yang cepat bagi Anda,” imbuhnya.


Pastor Claude Grou yang juga menjabat Kepala Gereja St Joseph’s Oratory di Montreal, Kanada, ini ditikam di altar saat memimpin misa pagi pada Jumat (23/3) waktu setempat. Penikaman ini juga disaksikan publik umum karena misa pagi itu disiarkan langsung lewat layanan live streaming online dan ditayangkan televisi rohani Katolik setempat, Sel+Lumiere TV atau Salt+Light TV.
Pelaku langsung dilumpuhkan dan ditangkap polisi usai beraksi. Dakwaan terhadapnya akan dibacakan pada Sabtu (23/3) waktu setempat. Sedangkan pastor Grou mengalami luka ringan akibat penikaman ini dan kondisinya dilaporkan stabil di rumah sakit.

Kecaman terhadap penikaman ini juga disampaikan Wali Kota Montreal, Valerie Plante, yang menyebut aksi semacam itu tidak punya tempat di kota tersebut. “Tindakan yang tidak bisa dibenarkan yang tidak memiliki tempat di Montreal,” tegas Plante dalam pernyataannya.

“Saya lega mengetahui bahwa Bapa Claude Grou, kepala gereja, telah lepas dari bahaya dan kondisinya stabil. Atas nama seluruh warga Montreal, saya mengharapkan kesembuhan cepat baginya,” imbuhnya.

Keuskupan Montreal dalam pernyataannya menyatakan keterkejutannya atas insiden ini. Pihak keuskupan kemudian menyoroti banyaknya tempat ibadah yang kini menjadi target aksi kekerasan.

“Kita semua terkejut oleh aksi kekerasan yang terjadi di kota kita, di tempat yang ditujukan untuk kedamaian,” sebut Uskup Montreal, Christian Lepine, dalam pernyataannya.

“Kita tahu bahwa tempat-tempat ibadah dari banyak agama menjadi target-target aksi kekerasan. Kita harus terus mengikuti jalur damai dan kasih, menyakini bahwa kebaikan akan mengalahkan kejahatan melalui doa dan perbuatan baik,” tandasnya.

Motif di balik penikaman ini belum diketahui pasti. Juru bicara Kepolisian Montreal, Caroline Chevrefils, menyatakan sejauh ini tidak ada keterkaitan dengan terorisme. Namun diakui Chevrefils bahwa pelaku bukan sosok asing bagi pihak kepolisian. Identitas pelaku tidak diungkap ke publik, hanya disebut usianya 26 tahun. Dijadwalkan pelaku akan dihadirkan dalam persidangan pada Sabtu (23/3) waktu setempat, melalui videolink dari tempatnya ditahan saat ini.

(nvc/idh)




Sumber: Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.