Business is booming.

Mantan Komisioner KPK Sayangkan Napi Koruptor Jadi Bebas Nyaleg

0 43

INDONESIAHERALD – Keputusan Mahkamah Agung (MA) untuk memperbolehkan mantan narapidana kasus korupsi bisa jadi calon legislatif disayangkan banyak pihak. Adanya putusan ini dimungkinkan akan semakin berbanding terbalik dengan semangat untuk memerangi korupsi yang kian massal dan masif.

“Menyayangkan (putusan MA) karena tidak responsif crisis tentang korupsi,” ujar mantan komisioner KPK, Busyro Muqqodas di kompleks Kepatihan DIY, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, putusan hakim itu hukum, sehingga hukum harus responsif terhadap situasi. Bahkan, sudah semestinya putusan hukum Itu mencerminkan fungsi hukum pencegahan. Dengan diputuskannya oleh MA mantan napi koruptor bisa berlaga di Pileg, maka tidak mencerminkan fungsi hukum pencegahan yang dilakukan oleh politisi.

loading...

“Putusan MA ini tidak mencerminkan fungsi hukum pencegahan korupsi yang dilakukan politisi,” jelas Busyro.

Dia menyebutkan, putusan MA memang perlu dihormati namun bukan berarti tidak ada peluang untuk mengkritik, karena putusan pun bisa memiliki kelemahan konsep. Dia memandang keputusan ini tidak responsif dengan kondisi kian maraknya kasus korupsi bahkan korupsi massal.

Ketua Umum PP Muhammadyah, Haedar Natsir menambahkan, masyarakat harus pandai dalam memilih wakil rakyat. Masyarakat dalam hal ini menjadi penentu terakhir agar pileg tidak menghasilkan anggota legislatif koruptor.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.