Business is booming.

Inggris Ungkap 2 Pelaku yang Coba Bunuh Eks Mata-mata Rusia

0

INDONESIAHERALD.COM

loading...





London
Jaksa Inggris mengungkap identitas dua warga Rusia yang dicurigai berusaha membunuh mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya. Kedua warga Rusia itu bepergian ke Inggris dengan identitas yang disamarkan.

Skripal yang mantan kolonel pada intelijen militer Rusia, ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku taman di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu. Skripal ditemukan bersama putrinya, Yulia, yang juga tak sadarkan diri.

Hasil pemeriksaan menyatakan keduanya terpapar gas saraf level militer, Novichok yang mematikan. Diketahui juga bahwa Novichok banyak dikembangkan oleh militer Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an.


Inggris menyalahkan Rusia atas insiden yang menimpa Skripal itu. Tudingan itu telah berulang kali dibantah oleh otoritas Rusia. Diketahui bahwa Skripal sempat ditahan oleh otoritas Rusia karena mengkhianati puluhan mata-mata Rusia untuk badan intelijen asing Inggris, MI6.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/9/2018), jaksa penuntut Inggris telah mengungkapkan identitas dua warga Rusia yang diduga berupaya membunuh Skripal. Keduanya diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov.

Kepolisian Inggris telah merilis foto kedua pria Rusia itu. Jaksa bahkan menyatakan pihaknya telah merilis surat perintah penangkapan untuk keduanya. Surat perintah penangkapan yang dirilis berlaku untuk seluruh wilayah Eropa.

“Kami tidak akan mengajukan kepada Rusia untuk mengekstradisi dua pria ini karena konstitusi Rusia tidak mengizinkan ekstradisi warga negaranya sendiri,” ujar Direktur Layanan Hukum pada Kantor Jaksa Inggris, Sue Hemming.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Divisi Pemberantasan Terorisme pada Kepolisian Metropolitan London, Neil Basu, menyebut dua pria Rusia itu datang ke Inggris dalam penyamaran. Keduanya disebut berusia 40 tahun dan memiliki paspor Rusia yang asli.

Ditambahkan Basu, bekas-bekas kontaminasi Novichok ditemukan di sebuah kamar hotel London yang pernah menjadi tempat menginap dua pria Rusia itu. Disebutkan juga oleh Basu, kedua pria Rusia itu tiba di Inggris pada 2 Maret dan pergi pada 4 Maret.

“Sejumlah pemeriksaan dilakukan di kamar hotel tempat para tersangka menginap. Dua sekaan menunjukkan kontaminasi Novichok dengan level di bawah level yang bisa memicu kekhawatiran kesehatan publik,” sebutnya.

(nvc/ita)



Sumber: Detik.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.