Pembangunan Busway Layang CIledug-Tendean 1,4 Km Seksi Seskoal Selesai 100%


IndonesiaHerald.com, Jakarta - Salah satu paket pengerjaan jalan layang non tol Ciledug-Tendean, seksi Seskoal sepanjang 1,4 kilometer (km), telah rampung pengerjaannya sejak akhir Januari 2017 lalu.

Seksi Seskoal yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini, merupakan satu dari delapan paket yang membentang dari Ciledug dan berakhir di Jalan Tendean, dengan panjang total 9,3 km.

Proyek yang digarap WIKA ini rampung pengerjaannya sesuai waktu pelaksanaan proyek, yakni 761 hari kalender ditambah 46 hari kalender atau di minggu ke 102 kerja. Total nilai konstruksina adalah Rp 351 miliar.

Jalan layang non tol ini nantinya hanya akan dilewati oleh bus TransJakarta saja. Terlihat jalan layang yang membentang di atas ketinggian 18-23 meter tersebut telah rampung mulai dari pengerjaan jalan hingga haltenya.


Di sepanjang pinggiran pembatas jalan diberi sentuhan warna hijau dengan aksen motif lebah bergantung yang jika dilihat dari atas sangat kontras dengan wilayah sekitar yang dilaluinya.

Pengerjaan paket Seskoal dari jalan layang non tol Ciledug-Tendean ini, dilakukan dengan metode girder pracetak dan metode konstruksi span by span overhead. Metode span by span overhead dipilih, agar pelaksanaan pekerjaan jembatan tidak mengganggu lalu lintas yang berada di bawahnya untuk waktu yang lama.

"Kami kemarin supaya mengejar target in time, sampai cara mengaspalnya pakai truk yang diangkat pakai crane," tutur Sekretaris Perusahaan WIKA, Suradi, di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Jalan layang yang terbentang dari Ciledug-Blok M-Tendean sepanjang 9,3 km ini merupakan jalan layang terpanjang di Jakarta. Jalan layang non tol ini khusus hanya untuk Trans Jakarta koridor XIII.

Dengan rampungnya pengerjaan paket Seskoal, diharapkan jalan layang non tol yang khusus untuk TransJakarta ini akan segera dibuka pada akhir Februari mendatang, bersamaan dengan rampungnya pengerjaan paket yang lain.

Secara total, pembangunan Jalan Layang sepanjang 9,3 km tersebut menghabiskan Rp 2,5 triliun.


Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh 8 kontraktor berbeda di 8 titik berbeda. Adapun delapan paket tersebut adalah paket Tendean (1.000 meter) dikerjakan PT Adhi Karya Tbk, paket Santa (1.250 meter) oleh PT Yasa Patrisia Perkasa, paket Trunojoyo (1.375 meter) dikerjakan PT Jaya Kontruksi, paket Taman Puring (1.200 meter) dikerjakan PT Hutama Karya, paket Kemayoran Lama (1.300 meter) dikerjakan PT Pembangunan Perumahan Tbk, Paket Kostrad (1.400 meter) dikerjakan PT Istaka Karya CO bersama dengan PT Agra Budi, Paket Ciledug (1.500 meter) dikerjakan PT Waskita Karya Tbk, dan Paket Seskoal (1.400 meter) dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk. (detik/surya)

Subscribe to receive free email updates: