Hijabers Cantik Asal Indonesia Ini Ikut Demo Anti Trump di Inggris


IndonesiaHerald.com, Internasional - Kebijakan pelarangan imigran dan pembatasan visa bagi tujuh negara mayoritas muslim ke Amerika Serikat oleh Donald Trump tak pelak menimbulkan kontroversi. Berbagai pihak mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump, tak hanya dari masyarakat muslim tapi juga negara-negara Barat, salah satunya Inggris.


Seorang hijabers cantik asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Newcastle, Inggris, termasuk dari salah satu demonstran yang menggelar aksinya di Inggris. Aksi tersebut digelar untuk melarang Trump masuk ke Inggris. Dia adalah Trifty Qurrota Aini. Wanita berdarah Sunda ini mengatakan ikut turun ke jalan saat demo di Newcastle berlangsung.

Demo terjadi di Grey's Monument City Center, Newcastle, Inggris, pada Selasa (31/1/2017) waktu setempat. Kala itu, ratusan warga membawa berbagai tulisan seperti 'Refugees are welcome here'. Trifty yang hadir di tengah-tengah mereka mengatakan cukup banyak warga Newcastle yang menolak kedatangan Trump ke Inggris.

Tidak hanya itu, bahkan ada petisi yang hingga saat ini ditandatangani lebih dari 1,7 juta warga Inggris untuk melarang Trump datang ke negara mereka. (LINK PETISINYA: https://petition.parliament.uk/petitions/171928). Trifty mengatakan tidak sedikit warga Inggris yang tidak suka dengan keputusan Donald Trump dan sikapnya yang dianggap rasis.

"Warga Inggris tidak suka dengan kepribadian Trump yang arogan, rasis, fasisme, dan banyak sekali pemahaman Trump yang bertentangan dengan pemahaman warga UK. Aku sempat bincang-bincang dengan beberapa british friends. Mereka khawatir kalau Trump datang ke UK maka akan memberikan pengaruh buruk kepada UK," ujar Trifty saat dihubungi, Selasa (31/1/2017) waktu Indonesia.


Menurut wanita 27 tahun itu, demo berlangsung mulai sekitar pukul 17.30 sampai 19.00. Hampir 500 orang memenuhi jalan di area monumen mengenakan mantel tebals karena cuaca saat itu begitu dingin. Demo berjalan tertib dan aman serta dijaga ketat oleh kepolisian Newcastle.

Mayoritas pendemo berusia muda dan ada beberapa hijabers di antaranya. Saat demo, mereka meneriakkan beberapa poin yang menolak kebijakan Trump. Mereka berusaha untuk meyakinkan pemerintah agar tidak terpengaruh dengan pria yang kini menjadi orang nomor satu di Amerika itu.

"Mayoritas yang demo warga Newcastle sendiri. Demonstran meneriakkan beberapa poin penting yaitu welcome terhadap imigran, menentang rasis, mendukung penghargaan terhadap umat muslim, menentang fasisme, dan mengritik semua kebijakan-kebijakan Trump. Dan yang pasti poin utamanya adalah tidak menyetujui state visit to UK," jelas wanita yang mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Northumbria University, Newcastle, itu.

Berada di antara pendemo yang menyerukan kebebasan untuk muslim, Trifty mengaku terharu. Bahkan sempat beberapa pendemo mengucapkan salam kepadanya ketika ia berdiri di antara mereka.

"Sempat terharu juga waktu aku lewat, demonstran (warga Newcastle) nyapa 'Assalamualaikum' sambil bawa spanduk menolak kebijakan Trump yang melarang umat muslim masuk Amerika Serikat," tambahnya lagi.


Di akhir kata, mantan jurnalis ini mengatakan kalau ia merasa terlindungi karena banyak warga Inggris yang ternyata mendukung muslim. Adanya petisi hingga suara masyarakat Newcastle seolah mewakili para wanita muslim yang berdomisili di Inggris. (detik/surya)

Subscribe to receive free email updates: