Lurah Kepulauan Seribu Katakan Tak Terlalu Fokus Terkait Substansial Al-Maidah


IndonesiaHerald.com, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus dugaan penistaan agama menghadirkan Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuli Hardi sebagai saksi fakta. Walaupun mendengarkan langsung terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berpidato di Pulau Pramuka, Yuli hanya merekam empat poin dari isi pidato tersebut.

Poin utama yang didapatkan usai mendengarkan pidato Ahok adalah program budidaya ikan yang digalakkan Pemprov DKI Jakarta. "Pertama saya paham soal 80 20. Ini sistem pembagian hasil budidaya ikan," katanya di dalam Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Poin kedua adalah terkait rencana pembangunan pasar yang akan dibangun di Kepulauan Seribu. Rencananya pasar tersebut akan mulai dilakukan pembangunan pada Februari tahun ini.an

Poin ketiga soal rencana Ahok menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo terkait beras raskin. "Pak Basuki menjelaskan soal pembagian raskin yang akan menggunakan kartu saja. Yang terakhir soal pencalonan saja," jelas Yuli.


Dalam pidato yang dilakukan kurang lebih satu jam, Yuli mengatakan tak terlalu fokus terkait substansial Al Maidah. Dia mengatakan hanya fokus seloal kebersihan di lokasi setempat. (merdeka/surya)

Subscribe to receive free email updates: