Aksi Sepatu Melayang Deddy Sugarda Hebohkan PN Bandung


IndonesiaHerald.com, Bandung - Suasana Ruang Sidang V di Pengadilan Negeri (PN) Bandung mendadak gaduh. Deddy Sugarda (58) sebagai terdakwa terkait perkara pembakaran gedung Kejati Jabar melampiaskan amarah kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bandung, Taufik Hidayat. Deddy diam-diam melepas sepatu kanannya lalu melempar ke arah Taufik.

Insiden tak terduga ini terjadi saat menjelang persidangan berakhir. Sidang terbuka untuk umum yang beragendakan putusan perkara tersebut digelar di Ruang Sidang V, PN Bandung, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Selasa (24/1/2017).

Sidang yang berlangsung satu jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu semula berjalan tertib. Deddy menyimak serius tanpa protes saat hakim membacakan amar putusannya. Segelintir pendukung Deddy setia hadir di ruang sidang.

Ketua majelis hakim Lian Sibarani memvonis Deddy Sugarda dengan penjara selama lima tahun. Terdakwa Deddy terbukti bersalah melanggar Pasal 187 ayat 1 KUHPidana tentang Menimbulkan Bahaya Umum.

"Apakah terdakwa banding atau pikir-pikir," ucap Lian kepada Deddy.

Deddy sambil duduk di kursi pesakitan menyerahkan kepada penasihat hukumnya, Torkis Parlaungan Siregar. Torkis lalu berdiri di hadapan hakim untuk menyampaikan sikap.

Baru saja Torkis berbicara, situasi ruang sidang mendadak ribut saat Deddy bereaksi murka. "Gara-gara kamu!" ucap Deddy berteriak sembari menatap tajam ke JPU, Taufik Hidayat, yang berada di samping kirinya.

Bersamaan aksi murka Deddy, terlihat sepatu melayang ke arah Taufik. Deddy melempar sepatu kulit hitam bagian kanan miliknya kepada Taufik yang tengah duduk tenang.

Sepatu itu tidak menghantam tubuh Taufik lantaran membentur bagian depan meja lalu terlontar ke dekat jaksa tersebut. Jarak Deddy dengan meja jaksa ini sekitar dua meter.

Taufik spontanitas menghindar. Ia terkejut. Sejumlah polisi sigap dan beranjak melindungi Taufik, sebagian polisi lainnya menyergap Deddy yang terbakar emosinya.

Aksi lempar sepatu yang mewarnai persidangan ini memicu kegaduhan. Pendukung Deddy berteriak-teriak bernada makian. "Jaksa busuk!" ucap mereka.

Polisi langsung meredakan situasi. "Sudah..sudah. Tenang!" ucap salah satu polisi.

Taufik diboyong polisi keluar sidang. Tak lama kemudian, Deddy menyusul meninggalkan ruangan itu dengan pengawalan polisi.

Dalam suasana gaduh, Lian menanyakan kepada Torkis soal sikap yang akan disampaikan atas vonis tersebut. "Banding," ucap Torkis.

Lian langsung menutup persidangan. Deddy, pendukung, dan pengunjung berangsur keluar ruang sidang.


Deddy memakai kemeja putih-merah lengan panjang yang bagian punggung bertulis 'Selamatkan Indonesia dari Penghianatan Aparat Hukum' tidak mampu membendung air mata. Keluarga dan kerabat memeluk erat Deddy. (detik/surya)

Subscribe to receive free email updates: