Rahasia Militer Bocor, Taiwan "Memarahi" Google

Sebuah gambar menunjukkan empat struktur berbentuk Y (foreground C) menjorok ke laut di Pulau Taiping. Kementerian Pertahanan Taiwan telah meminta Google untuk mengaburkan gambar dari perkembangan baru di pulau yang termasuk gugusan pulau di Laut Cina Selatan tersebut. Foto: HO/Chiang Chi-chen/AFP
IndonesiaHerald.com, Taipe - Pemerintah Taiwan kebobolan. Fasilitas militer mereka di Pulau Itu Aba atau dikenal juga dengan Pulau Taiping terlihat jelas lewat gambar satelit Google.

Taiwan mengklaim, rahasia negaranya telah bocor. Lewat gambar satelit Google itu, terpapar jelas potret perubahan wajah Pulau Taiping dari udara. Kini pulau milik Taiwan yang menjadi bagian dari Kepulauan Spratly tersebut memiliki landasan pacu.

Terkait dengan publikasi itu, Taipei langsung ambil tindakan. Kamis (22/9) kemarin, Kementerian Pertahanan Taiwan melayangkan surat resmi kepada Google.

Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen meminta perusahaan multinasional yang berbasis di Negeri Paman Sam tersebut mengaburkan foto-foto Pualu Taiping. Alasannya, ada rahasia negara yang terpapar lewat potret-potret satelit itu. "Kami sedang membicarakannya dengan Google,’’ kata Chen Chung-chi, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan. 

Dalam foto-foto itu tampak bahwa Taiwan membangun landasan di pulau di Laut China Selatan tersebut. Selain itu, terlihat ada empat bangunan berbentuk Y di pulau terbesar yang masuk dalam gugus kepulauan sengketa tersebut. Ketika ditanya tentang bangunan berbentuk Y itu, Chen tidak mau berkomentar. ’’Itu bagian dari rahasia negara,’’ tegasnya.

Media pun lantas berspekulasi ke isu pertahanan. Diyakini, fasilitas berbentuk Y tersebut merupakan milik militer. Apalagi, posisinya menghadap ke arah laut yang sedang diperebutkan Tiongkok, Vietnam, dan Filipina tersebut. Sebelumnya, Taiwan membangun dermaga baru dan mercusuar bertenaga surya di wilayah pesisir.

Di tempat terpisah, Coast Guard Administration Taiwan menduga Google tidak paham bahwa pulau itu merupakan bagian dari zona militer negerinya. Karena itu, Taipei wajib memberi tahu. ’’Saya rasa, ini kebijakan wajar yang juga akan diterapkan negara-negara lain di dunia,’’ ungkap salah seorang juru bicara Coast Guard Administration Taiwan. 

Sejak Juli lalu, ketegangan makin terasa di negara-negara yang berbatasan dengan Laut China Selatan. Tepatnya setelah Mahkamah Arbitrase Internasional tidak mau mengakui klaim Beijing atas sebagian besar wilayah laut tersebut. Putusan yang berpihak kepada negara-negara tetangga Tiongkok itu jelas tidak digubris Negeri Panda. (Sumber: jpnn.com).

Subscribe to receive free email updates: