Presiden Jokowi Tekan Xi Jinping, Begini Hasilnya

IndonesiaHerald.com, Hangzhou - Indonesia mendapatkan kemudahan untuk memasarkan produk buah tropisnya ke negeri Tiongkok.

Demikian hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di Kota Hangzhou.

Pertemuan berlangsung di West Lake State Guest House, Jumat (2/9/2016) sore waktu setempat.

Kesepakatan itu dicapai setelah Jokowi dan Jinping melihat lebarnya celah defisit perdagangan antara kedua negara.

"Isunya adalah bagaimana kita bisa mengupayakan mempersempit gap defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

"Presiden Jinping langsung mengatakan keinginannya mendorong agar produk-produk buah tropis Indonesia dapat masuk ke Tiongkok," ujar Retno melalui siaran persnya.

Menlu mengatakan, kesepakatan itu merupakan gol besar.

Sebab, ekspor produk buah tropis ke Tiongkok memang merupakan upaya pemerintah Indonesia yang sejak lama diperjuangkan.

Selama ini, Indonesia kesulitan mengekspor produk buah tropis ke Tiongkok lantaran banyak standard dan aturan yang harus dipenuhi.

Selain itu, proses registrasi di Negeri Tirai Bambu tersebut pun memakan waktu yang cukup lama sehingga banyak pengusaha buah yang urung mengekspor ke Tiongkok.

"Tetapi tadi Presiden Jinping sudah mengatakan bahwa beliau akan mendorong agar impor Indonesia untuk buah-buah tropis akan dipermudah," kata dia.

"Dengan demikian maka defisit perdagangan akan dapat dipersempit," ujar Retno.

Selain menyepakati hal tersebut, Jokowi dan Jinping juga menyepakati beberapa hal, salah satunya adalah investasi.

Tiongkok mitra penting RI

Jokowi dalam sambutan awal pertemuan mengungapkan, Tiongkok merupakan mitra yang sangat penting dalam berbagai hal bagi Indonesia.

Jokowi yakin pertemuan bilateral itu akan semakin memperkuat kerja sama antarkedua negara.

"Dalam fokus pertemuan pleno ini, saya ingin memfokuskan pembahasan mengenai kerja sama ekonomi," kata dia.

"Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa RRT adalah mitra penting bagi Indonesia. Saya yakin RRT juga memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang penting," ujar Jokowi.

Suasana pertemuan keduanya berlangsung cair dan penuh persahabatan. Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri.

Selain Menlu Retno, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong juga nampak hadir di antara rombongan Presiden. (Sumber: Kompas.com).

Subscribe to receive free email updates: