Pakar Politik: Saya Ingatkan Pak Jokowi Agar Waspada...

Manuver Golkar Ndompleng Popularitas Presiden Joko Widodo
Manuver Golkar Ndompleng Popularitas Presiden Joko Widodo
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Pengamat politik Indosurvei Karyono Wibowo menilai partai Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto sedang memainkan falsafah benalu. Yakni dengan menggunakan foto Presiden Joko Widodo untuk menaikkan popularitas partai dan kader jelang pemilihan kepala daerah (pilkada).

Strategi politik Golkar mulai terbaca ketika mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon presiden partai berlambang beringin di Pilpres 2019. Turunan dari manuver tersebut adalah memasang foto Jokowi di berbagai kegiatan partai termasuk jelang pilkada. 

"Dalam sejarah pilpres 2004-2014, Golkar tidak pernah menang. Golkar gunakan falsafah benalu, tidak pernah menang, tapi berkuasa, menempel ke kekuasaan. Golkar sadar ketika berhadapan dengan kekuasaan tidak ada gunanya, berlawanan dengan Jokowi secara frontal, tak ada gunanya," kata Karyono saat dihubungi di Jakarta, Rabu (14/9).

Seharusnya, lanjut Karyono, di bawah kepemimpinan Setya Novanto, Golkar bisa mengangkat kadernya sendiri. Serta punya cara yang berbeda menaikkan popularitasnya, bukan dengan mendompleng kekuasaan. 

Ditanya imbasnya ke Golkar dengan mendompleng ke Jokowi, Karyono yakin tidak akan secara permanen. Apalagi mendekati pertarungan pilpres, dinamikan politik bisa berubah. Belum lagi banyak masalah di partai Golkar termasuk para pimpinannya. Karena itu, Karyono mengingatkan Jokowi untuk waspada.

"Saya ingatkan Pak Jokowi agar perlu waspada. Jangan sampai ketika muncul persoalan yang menimpa partai Golkar, kader dan pimpinan Golkar, Itu bisa membentuk sentimen negatif, Jokowi akan terkena dampak," pungkasnya. (Sumber: jpnn.com). 

Subscribe to receive free email updates: