Menegangkan, Upaya Polisi Mengakhiri Perampokan dan Penyanderaan di Pondok Indah Membutuhkan Waktu Lama

Polisi bersenjata lengkap mengepung rumah yang disandera kawanan perampok di Jalan Bukit Hijau 7, Pondok Indah, Jakarta Selatan.


IndonesiaHerald.com, Jakarta - Ratusan polisi berpakaian hitam, lengkap dengan helm, senapan, juga tameng, tampak berkerumun di sekitar rumah yang disandera di JL Bukit Hijau 7, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Dilaporkan secara langsung oleh Kompas TV, rumah itu disebut disatroni perampok sejak sekitar pukul 7 pagi.

Diduga pelaku di dalam rumah berjumlah dua orang. Mereka membawa senjata.

Perampokan yang disertai penyanderaan ini diketahui terjadi sejak Sabtu pagi. Salah seorang saksi mata yakni Saiful, yang merupakan tetangga di sebelah rumah korban menyatakan mereka baru mengetahui ada perampok di rumah Asep setelah ada suara teriakan.

Suara teriakan itu ternyata berasal dari pembantu rumah tangga. Pembantu itu mengatakan ada perampok di dalam rumah.

"Saya dengar pada pukul 06.15, bos saya juga lihat ada mbak-mbak teriak minta tolong. Kita semua lari ke sana, dia buka jendela bilang ada 'maling di dalam!'," ujar Saiful dalam wawancara dengan KompasTV di lokasi kejadian.
Namun, sekitar pukul 08.00, penghuni rumah yang diduga dirampok itu tiba-tiba keluar dan mengatakan kepada tetangga yang mendekati bahwa tidak terjadi apa-apa.
"Pemiliknya cuma bilang 'Maap Mas ini cuma masalah keluarga'. Setelah itu tidak terlihat apa-apa lagi sampai jam 09.00," ujar Saiful.
Dua Pelaku Bersenjata Sandera Korban
Pada saat Polisi  mengepung rumah mewah  tersebut, di dalam rumah itu, diduga ada dua pelaku yang melakukan penyanderaan terhadap korban. Sementara seorang pembantu rumah tangga berhasil melarikan diri dari rumah yang sedang disandera itu, kemudian meminta petugas keamanan setempat membantu majikannya yang sedang disekap di dalam rumah.

"Saat ini pembantu baru bisa meloloskan diri, dan menerangkan bahwa di dalam ada 2 orang bersenjata menyandera korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Budi Setyono di Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

Pada pukul 13.21 WIB di lokasi, petugas kepolisian sudah mengepung rumah tersebut dari segala penjuru. Garis polisi juga sudah dipasang berjarak sekitar lima meter dari rumah tersebut.

Petugas Brimob dari Polda Metro Jaya menaiki motor trail terlihat baru saja mendatangi lokasi sambil membawa senjata laras panjang. Petugas kepolisian menggunakan pengeras suara meminta para perampok tersebut untuk menyerah dan keluar dari rumah tersebut.

"Kalian saya minta untuk menyerah dan melempar handuk keluar," ujar salah satu polisi menggunakan pengeras suara di lokasi.

Polisi Merangsek Masuk ke Rumah, 3 Sandera Berhasil Dibebaskan

Pada pukul 14.00 WIB, puluhan petugas kepolisian telah masuk ke rumah tersebut. Petugas kepolisian tersebut berpakaian hitam, lengkap dengan helm dan senapan laras panjang.

Sebelum masuk, mereka terlihat berdiskusi dengan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat dan Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heriyawan.

Sementara itu, petugas kepolisian dengan pengeras suara masih memerintahkan para pelaku untuk menyerahkan diri.


Selanjutnya polisi berupaya membebaskan sandera, pada pukul 14.14 sandera tersebut berhasil dibebaskan. 

Saat baru keluar dari rumah tersebut, Euis (istri Asep Sulaiman) dan putrinya terlihat menangis. Mereka langsung dibawa masuk ke dalam mobil polisi dan dilarikan ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan karena mengalami shock.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah senjata api berjenis Walther PPK lengkap dengan peluru berkaliber 32 milimeter.  (Sumber: Kompas. com).

Pelaku perampokan dan penyanderaan di sebuah rumah di Jalan Bukit Hijau 7, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016), berhasil dilumpuhkan polisi dan digiring ke luar rumah.



Subscribe to receive free email updates: