Gawat Nih, Tak Ada Jaminan NKRI Tetap Utuh

IndonesiaHerald.com, Jakarta - Belajar dari berbagai sejarah dunia, tidak ada jaminan sebuah negara akan tetap utuh selamanya. Demikian juga halnya dengan Indonesia yang sudah 71 tahun merdeka juga punya potensi yang cukup besar untuk pecah.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat membuka Seminar dan Sosialisasi Empat Pilar yang diikuti oleh seribu mahasiswa se Provinsi Lampung, di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung, Rabu (7/9).

"Sejarah mencatat, Negara Andalusia yang berdiri di antara tahun 700 sampai 1.500 adalah sebuah negara Islam terbesar di Eropah. Kini Andalusia itu pecah menjadi delapan negara. Lalu Uni Soviet, siapa yang menyangka juga bisa bubar. Berangkat dari fakta sejarah tersebut, tidak ada jaminan juga Indonesia ini bisa tetap utuh," kata Mahyudin.

Potensi Indonesia ini bisa pecat lanjutnya, sangat banyak antara lain maraknya intoleransi beragama dan berbagai kampanye saat pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Berbagai materi kampanye antara lain yang menggunakan jargon kepala daerah harus putra lokal sesungguhnya telah menodai NKRI dan sangat berpotensi memecah-belah bangsa," tegas politikus Partai Golkar itu.

Padahal ujar dia, kebutuhan terhadap pimpinan daerah bukan soal putra asli daerah tapi ini terkait langsung dengan kemampuan seorang kepala daerah mensejahterakan masyarakat yang telah memilihnya.

Menyadari besarnya potensi ancaman disintegrasi bangsa imbuh Mahyudin, MPR RI berkewajiban meminimalisir potensi ancaman tersebut.

"Makanya Empat Pilar MPR RI ini harus dijadikan satu-satunya pemersatu bangsa sepanjang zaman. Tidak masalah MPR RI dalam menjalankan amanat UU MD3 ini dengan serba keterbatasan asal kita tetap satu di bawah NKRI," pungkasnya. (Sumber: jpnn.com).

Subscribe to receive free email updates: