Aksi Nekat Reserse Senior, Hadapi Tajamnya Parang Otak Bandit dengan Tangan Kosong, Nyawa Jadi Taruhannya

IndonesiaHerald.com, Surabaya - Aiptu Kasum benar-benar nekat. Dia berani melawan otak bandit pencurian, Sadeng yang menggunakan parang dengan tangan kosong

Kini pergelangan tangan kanan Aiptu Kasum terluka. Area di sekitar jempolnya sobek. Gara-gara sabetan parang Sadeng, dia harus mendapat 20 luka jahitan di tangannya.

Kasum merupakan sosok reserse senior. Dia sudah kenyang pengalaman menangkap penjahat.

Pada 2005, dia bergabung dengan unit pidana umum (pidum) yang menjadi cikal bakal jatanras.

"Dia orang lama di jatanras," ujar salah seorang rekan seprofesinya yang namanya enggan disebutkan.

Sebelum terlibat perkelahian dengan Sadeng, Kasum memboncengkan anak buahnya dengan sepeda motor Yamaha Mio.

Begitu melihat motor pelaku, tanpa memikirkan keselamatannya, dia nekat menabrakkan motornya. Brakkk! Polisi dan pelaku sama-sama terjatuh.

Seketika itu juga Sadeng menyerang Kasum dengan parang. Dengan tangan kosong, polisi yang dikenal militan tersebut berani menghadapi Sadeng.

Bahkan, dia terpaksa menangkis sabetan parang Sadeng.

"Dia kepala tim yang memburu pelaku L300. Dia sangat bertanggung jawab meng-cover anak buahnya," imbuhnya.

Setelah terluka, Kasum tetap tenang. Apalagi setelah Sadeng tumbang tertembus peluru anak buahnya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Adi Husada.

Pukul 09.00 kemarin dia menjalani operasi. Operasi berjalan lancar dan kini dia dirawat di kamar 305 lantai 3 Rumah Sakit Adi Husada.

Selama ini polisi mendapat informasi dari kampung tempat tinggal Sadeng di Bangkalan. Informasinya, Sadeng sudah diperingatkan saudaranya. "Dia sudah diingatkan sedang diburu oleh polrestabes," sebutnya.

Namun, Sadeng memang bukan sembarang bandit. Dia tidak gentar sama sekali dengan polisi. Bahkan, dia membalas peringatan saudaranya dengan jawaban lantang.

"Dia (Sadeng) itu bilang bahwa dia boleh mati. Asalkan sebelum itu, dia bisa bunuh polisi dulu," tambah sumber tersebut berdasar informasi yang diterima.

Beruntung, gertakan itu tidak terwujud. Aiptu Kasum adalah orang yang berani melawan langsung Sadeng. Pada akhirnya, Sadeng menebus kematiannya dengan sia-sia.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengapresiasi kinerja Kasum dan dua rekannya.

"Kami akan beri insentif karena kerja keras ketiganya. Saat ini kondisi Kasum membaik,"pungkasnya. (Sumber: jpnn.com).

Subscribe to receive free email updates: