Waspada! Indonesia di Bawah Ancaman Nonmiliter

Indonesiaherald.com, Jakarta - Tenaga Kerja Asing dinilai bisa jadi ancaman nonmiliter bagi negara. Kehadiran mereka harus selalu diawasi.

"Kalau ini sudah tidak terkendali, sudah tidak ada kebijakan yang mengatur bagaimana aspek ancaman terhadap pertahanan negara, ini bisa dijadikan ancaman baru dari sisi bukan militer," kata Kepala Sub Direktorat Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Kolonel Infantri Sudi Prihatin, di Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Dia menjadi pembicara pada Seminar Nasional "Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing".

Sudi mengatakan, jika dulu pemerintah Indonesia hanya menghadapi ancaman militer, sekarang pemerintah menghadapi tantangan dalam pertahanan negara berupa ancaman nonmiliter.

"Namun, ancaman yang sekarang ini sudah masuk ranah ancaman non militer, salah satunya adalah contoh adalah flu burung, masalah terorisme, dan sebagainya," ujarnya.

Dia mengatakan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia tentunya harus didata dan diperiksa dengan baik agar tidak menimbulkan ancaman pertahanan negara di kemudian hari.

"Kedatangan tenaga kerja asing yang banyak secara luar biasa, kita pasti ada kecurigaan dari sisi keamanan," kata Prihatin.

Berdasarkan data Kemenko Polhukam, jumlah tenaga kerja asing di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 77.307 orang.

Jumlah ini sempat mengalami penurunan di tahun 2012 sampai 2014 yakni, 72.427, 68.957 dan 68.762 orang.

Memasuki tahun 2015, kembali terjadi kenaikan jumlah tenaga asing yang cukup signifikan yakni sebanyak 79.664 orang.

Menurut data pemerintah, 3 besar negara asal TKA adalah China sebanyak14 ribu-16 ribu orang, Jepang 10-12 ribu orang, dan Korea Selatan sebanyak 7-9 ribu orang. (Sumber: Kompas.com).

Subscribe to receive free email updates: