Tersinggung Oleh Sindiran Ahok, Risma Pun Kini Menjadi Figur Yang Suka Pamer dan Sombong?

Risma, Wali Kota Surabaya, yang dulu dikenal sederhana kini suka pamer kelebihan-kelebihannya.
IndonesiaHerald.com, Surabaya - Tak hanya meminta agar Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok tidak terus menyerang Kota Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini juga beberkan program pembangunan Kota Surabaya. Dengan muka yang terlihat marah, Risma menjelaskan bahwa di Kota Surabaya mempunyai pelayanan serba gratis seperti, pendidikan gratis, kesehatan gratis.

"Kami juga punya dua kantung, satu untuk BPJS dan satunya digunakan sewaktu-waktu jika ada orang yang tidak punya BPJS, 24 jam mobil jenazah dan ambulance stand by," tegas Risma di ruang kerjanya, Kamis (11/8/2016) malam.

Tidak hanya itu, Risma juga memamerkan program sosial Kota Surabaya. Ia mengatakan bahwa Kota Surabaya memberikan makan kepada lansia miskin dan anak yatim setiap hari, membangun beberapa jalan dengan kekuatan APBD sebesar Rp 7,9 triliun.

Dia juga menjelaskan jika Surabaya telah merawat anak-anak berkebutuhan khusus dan orang gila, dengan cara memberikan pengobatan dan makanan.

"Itu nggak murah, dalam satu hari bisa empat orang gila yang masuk, tempat kami juga sering dibuat shoting artis tapi tidak kami tarik biaya. Sementara di sana katanya mbayar, tapi nggak tahu mbayarnya ke siapa, seluruh taman, sekolah dan puskesmas free wifi, RT dan RW kita berikan bantuan free internet, kami punya seribu lebih perpustakaan," ungkap Risma.

Ia juga mengaku bahwa dirinya selalu berbicara berdasarkan data dan fakta. "Semua itu harus pakai data, saya tidak biasa jelaskan tidak pake data, makanya saya tunjukkan, apakah kami hanya seperti Jakarta Selatan, tapi luas wilayah kami itu separuhnya Jakarta, dan saya hanya seorang wali kota," lanjutnya.

Risma kembali menegaskan penyataannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI yang sering mengkait-kaitkan namanya untuk melawan Ahok.

"Sekali lagi ini bukan soal calon pencalonan gubernur, tetapi ini sudah menyangkut harga diri warga Kota Surabaya, maka saya harus menyampaikannya," pungkas Risma. 

Sebelumnya Ahok mengungkapkan bahwa Jakarta tidak bisa disamakan dengan keberhasilan penataan di kota Surabaya kepemimpinan Tri Rismaharini. Dia mengibaratkan luas Surabaya hanya sebatas satu dari lima wilayah di Ibu Kota.

"Surabaya itu cuma Jakarta Selatan gitu loh. Nah ini bukan cuma Jakarta Selatan ini, ada (Jakarta) Utara, Pusat, Timur, Barat, itu beda gitu lho," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/08/2016).

Dengan begitu seperti contoh keberhasilan Surabaya dalam melakukan penataan trotoar tidak bisa dijadikan alat ukur keberhasilan. Ahok menyebutkan, kesuksesan itu pun diperlukan waktu untuk Risma menjabat sebagai Wali Kota bertahun-tahun. Bahkan menjelang dua periode.

"Saya tidak usah dua periode, satu tahun ini juga kelihatan kok sampai Oktober. Minimal prototipe jalan utama kamu sudah lihat beda. Supaya kamu ngerti sebenarnya ada modelnya," ungkap Ahok.

Terlebih, sambung dia, ada sekitar 2.700 kilo meter trotoar yang harus dibenahi. "Makanya kasih saya waktu saya akan beresin," tandasnya.(detik.com/IH-120816).

Subscribe to receive free email updates: