Penjaga Makam Ini Bak Detektif, Pecahkan Misteri Hilangnya Seorang Remaja 43 Tahun Lalu

IndonesiaHerald.com, Galveston - Setelah 43 tahun, misteri hilangnya seorang anak laki-laki pada Agustus 1973, di Mississippi, Amerika Serikat, akhirnya terkuak.

Seperti diberitakan the Sun Herald, Senin (22/8/2016), seorang penjaga komplek pemakaman di Galveston, Texas, Chelsea Davidson, yang membuka tabir duka tersebut.

Sang ibu yang sekian lama tak mengetahui nasib anaknya, akhirnya menerima kabar duka. 

Rasa ingin tahu Chelsea atas makam remaja tak dikenal di Galveston, yang membantu pecahnya misteri ini.

Selama ini, di komplek pemakaman itu ada kuburan remaja tak dikenal yang tewas karena tertabrak mobil.

Chelsea Davidson kemudian mulai melakukan penyelidikan sendiri. Dia membuka basis data orang-orang dan juga beragam cerita yang tersiar di masa itu.

Termasuk, berita tentang orang hilang di periode tersebut.

Belakangan, Chelsea meyakini bahwa jasad tak dikenal itu adalah Joseph Spears, seorang remaja 17 tahun yang melarikan diri dari tahanan anak pada Juli 1973. 

Sejak saat itulah, nasib Spears tak lagi terdengar.

Dia lalu menghubungi Kristi Johnson, seorang penyidik di Mississippi, dan selanjutnya jasad tak dikenal itu digali pada bulan Februari lalu. 

Setelah itu dilakukan pengujian DNA, namun menemui kegagalan. 

Selanjutnya ibu Spears, Mary Raskin, menggunakan foto-foto dari masa remaja anaknya untuk kepentingan otopsi.

Akhirnya, bulan ini muncul kesimpulan bahwa jasad tak dikenal itu adalah putra Mary Raskin.

Johnson mengatakan, Mary Raskin berbahagia karena apa yang terjadi dengan putranya akhirnya bisa terungkap.

"Ini mungkin momen yang sudah tak dibayangkan sebelumnya," kata Johnson.

Setelah diidentifikasi, jasad Spears lalu dikremasi dan dikirim kepada ibu dan keluarganya di California.

"Jika semua taman pemakaman mempunyai karyawan seperti Chelsea, kita tentu dapat memecahkan lebih banyak kasus yang belum terungkap," kata Johnson. (Sumber: Kompas.com). 

Subscribe to receive free email updates: