Menyedihkan, Nenek 74 Tahun Harus Menyelam demi Uang Receh yang Dilempar Penumpang Kapal



IndonesiaHerald.com, Filipina - Ketika kita pergi ke dermaga, kita sering melihat anak-anak kecil berlomba-lomba menyelam untuk mengambil uang receh yang dilemparkan oleh penumpang kapal. 
Hal itu sudah sangat biasa dilihat, dan anak-anak itu mempunyai sebutan khusus sebagai 'anak logam'.
Tapi bagaimana jika yang melakukannya adalah nenek berusia 74 tahun?
Ketika kita menginjak usia tua, kita pasti ingin hari-hari kita dilalui dengan damai.
Seperti kebanyakan orang lanjut usia lainnya, banyak yang ingin menikmati hidup melihat cucu mereka tumbuh, dan menjalani sisa hidup dengan dikelilingi oleh orang yang kita cintai.
Tapi tidak demikian dengan Maria Tequillo.
Nenek yang berasal dari Filipina itu malah harus bekerja keras meski ia telah berusia setengah abad lebih.
Organisasi GMA Network film dokumenter seri Front Row dengan episode yang berjudul Mga Barya ni Lola Maria (Koin Untuk Nenek Maria).
Film dokumenter tersebut mengisahkan perjuangan nenek Maria bekerja untuk memberi makan cucu-cucunya.
Jenis pekerjaan yang ia lakukan pun bukan pekerjaan yang biasa.
Ia melakukan pekerjaan yang seharusnya hanya dilakukan pemuda dengan fisik yang masih kuat.
Pada saat subuh datang, dia biasanya menggunakan perahu kecil untuk pergi ke dermaga Lucena dan meminta penumpang feri untuk melemparkan padanya uang recehan. 
Ketika ada penumpang yang melemparinya uang, nenek Maria pun segera menyelam ke dalam laut.
Ia akan berusaha mencari koin tersebut dan mengambilnya.
Bukan pekerjaan yang mudah di usianya yang telah renta.
Dia menyadari bahwa dia sering merasakan sulit bernapas, terutama ketika naik dari perairan dan mencoba untuk melompat dari atas kapal lagi.
Dia sering kehilangan koin karena penglihatannya semakin lemah dari hari ke hari.
Dia berharap akan datang suatu waktu bahwa dia tidak perlu menyelam lagi, dan menjalankan usaha kecil sebagai gantinya bekerja. 
Uang yang ia dapatkan dari pekerjaan itu pun tidak seberapa.
Ia hanya mendapatkan 100-200 Peso (sekitar 60 ribu rupiah) setiap harinya.
Hasil tersebut kemudian ia gunakan untuk membeli makanan untuk cucu-cucunya yang menunggu di rumah yang ia dapatkan dari pekerjaan itu pun tidak seberapa. (Sumber: tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates: