Gedung DPR Dicat Mirip Kantor Go-Jek, Begini Reaksi Kekanak-kanakan Dari Anggota DPR

Warna cat Gedung DPR/MPR ini dianggap mirip warna gojek oleh Anggota Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon (foto oleh detik.com)
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Ada hal baru yang diributkan anggota DPR. Bukan soal Undang-Undang, bukan pula soal kinerja Pemerintah. Tapi soal warna cat di Kompleks Parlemen.

Saat ini, kompleks parlemen sedang dicat ulang. Sejumlah bagian kompleks parlemen, seperti pagar dan pot tanaman, diperbarui warna catnya. Dalam pantauan para wartawan, Jumat (5/8), perubahan warna ada pada pagar dan pot-pot besar. Hanya saja warnanya bukan Merah dan Putih seperti yang identik dengan momen HUT RI, melainkan warna hijau gelap dan kuning.

Puluhan pot bunga kini berwarna dominan hijau tua. Bagian atas dan bawahnya dicat warna kuning terang. Pot-pot itu berukuran cukup besar dan tersebar di berbagai penjuru kompleks DPR, termasuk pot pot yang berjajar di area gerbang masuk dan di pinggir air mancur yang ada di halaman depan komplek DPR. 

Warna yang sama kini juga dipakai untuk pagar di sekitar kompleks. Warna hijau tua dominan dengan kuning di bagian atasnya. 

Nah, warna cat inilah yang jadi penyebab keributan yang oleh masyarakat dianggap sebagai cerminan sikap anggota DPR yang mirip anak-anak TK.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, protes dengan warna cat baru yang digunakan. Effendi pun protes ke Wakil Ketua DPR Fadli Zon lewat SMS.

Berikut isi SMS Effendi ke Fadli Zon yang ditunjukan, Jumat (5/8/2016).

Yth Pak FZ saya sangat prihatin melihat pengecetan gedung, tembok dan asesori kompleks Parlemen saat ini....tlg di kembalikan ke warna putih netral seperti sedia kala dan layaknya gedung Parlemen yg bersahaja yg merupakan representasi Rakyat Indonesia. Terima kasih, salam effsimb.

Cc. Yth Seluruh pimp dan anggota Parlemen RI.

Menurut Effendi warna hijau dan kuning membuat kompleks DPR mirip kantor perusahaan ojek online. "Kayak kantor perwakilan Go-Jek dan parpol," ujarnya.

Ketika dimintai komentarnya mengenai protes Effendi tersebut, Fadli Zon setuju dengan Effendi dan mengatakan bahwa warna cat gedung DPR memang norak.

Tanggapan Ketua DPR

Ketua DPR Ade Komarudin pun menegur pihak yang bertanggung jawab atas hal itu. 

"Saya bilang ke yang urusi itu, yang bagus dong. Kata Effendi Simbolon norak," ujar Ade di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016). 

Lalu, apakah warna cat kuning-hijau itu bakal segera diganti?

"Lihat saja nanti," jawab pria yang akrab disapa Akom ini. 

Tanggapan Sekjen DPR

Sekjen DPR Winantuningtyastiti memberi penjelasan mengenai perubahan warna eksterior di kompleks DPR itu.

"Teman-teman ingin yang meriah dalam rangka menyambut 17 Agustusan. Makanya dibuat warna-warni," ujar wanita yang akrab disapa Win itu saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (5/8/2018) malam.

Win mengaku tidak banyak terlibat dalam proses rencana pengecatan tersebut. Ia juga tidak dapat memastikan atas inisiatif siapa warna-warna pagar dan pot-pot diubah menjadi terang.

"Tema 17 Agustusan sekarang kan sederhana, khidmat dan meriah. Ada yang kasih usul dicat warna-warni. Itu kan beberapa, hanya yang di depan aja (cat diganti)," jelasnya.

"Saya nggak tahu siapa yang meminta, tapi ada ide dari temen-temen, terus ada masukan. Karena temanya kan meriah ya. Makanya warna-warni, tapi yang ditonjolkan warna merah dan putihnya," imbuh Win.

Menurut Win, jajarannya sudah langsung menindaklanjuti protes dari Effendi. Pagar dan pot-pot tersebut sudah dicat ulang.

"Sudah ditindaklanjuti laporan itu, kepala biro bilang dapat arahan langsung. Dia bilang ini ada masukan itu catnya terlalu mencolok. Makanya langsung ditindaklanjuti," tutur Win.

Anggota DPR Tidak Ada Gunanya?

Mengetahui keributan ini, anggota masyarakat pun ramai-ramai memberikan komentar negatif kepada anggota DPR. Menurut masyarakat, anggota DPR tidak ada gunanya karena anggota DPR lebih senang mengurusi hal-hal sepele seperti warna cat Gedung DPR ini dari pada menyelesaikan masalah bangsa.

"Mau cat item kek cat merah kek....ngapain ngurusin hal sepele....DPR itu emang gak ada gunanya," ujar Reygar Muhammad.

Selain itu, masyarakat juga menilai seharusnya anggota DPR fokus saja pada kinerja mereka dan tidak perlu meributkan warna cat gedung parlemen tersebut. 

"Apalah arti sebuah warna. Kerja aja yg baik dan benar. Kayak nggak ada kerjaan aja, warna cat kok dimasalahkan," kata Yudi Herman. (Sumber: detik.com/tribunnews.com).










Subscribe to receive free email updates: